Sekedartips.com – Saat hendak berumah tangga nantinya, tentu cincin akan digunakan oleh sepasang suami dan istri sebagai tanda resminya sebuah hubungan yang baru. Karena digunakan dalam jangka waktu yang lama, tak jarang calon pasutri pun membuat cincin nikah custom agar unik dan dikenang sepanjang masa.
Cincin tersebut bukan hanya sekedar perhiasan saja, maka posisi cincin nikah juga perlu diperhatikan oleh calon pasutri yang secara resmi akan menjadi suami dan istri supaya hubungan dapat berlangsung dengan baik dan tidak salah letak.
Agar tidak salah dalam menyematkan cincin, cari tahu mengenai informasi letak cincin nikah di jari kiri atau kanan disini, yuk!
Cincin Nikah di Jari Mana?
Jika Anda bertanya mengenai cincin nikah di jari mana, sebenarnya cincin nikah dapat secara bebas diletakkan dimana saja sesuai dengan kenyamanan dan preferensi dari masing-masing calon pasutri yang hendak menikah. Memilih untuk menyematkan di jari manapun bukanlah sesuatu yang krusial bagi sebagian orang. Akan tetapi, sesuai dengan kepercayaan serta tradisi yang telah berlangsung turun-temurun, terdapat makna mendalam dan keyakinan saat cincin digunakan pada jari manis.
Lalu, muncullah pertanyaan yang lebih spesifik, “Cincin nikah di jari kanan atau kiri?” Hmm, faktanya, tidak ada jawaban pasti untuk letak penyematan cincin bagi pasutri karena semuanya kembali pada tradisi yang ada, lho! Bahkan, di belahan dunia lainnya, tidak terdapat pedoman resmi untuk memasang cincin di bagian kanan maupun kiri.
Akan tetapi, pemilihan letak cincin di kanan maupun kiri berdasar pada makna yang dipercayai secara personal oleh masing-masing individu. Bagi masyarakat yang berada di Negara Barat, penyematan cincin biasa dilakukan pada jari manis di tangan sebelah kiri. Sebagai contoh nyata, terdapat negara Slovenia, Amerika Selatan dan Utara, Inggris, serta Prancis yang masih melanjutkan tradisi budaya Barat dengan memposisikan cincin nikah pria di jari manis kiri hingga saat ini.
Sama halnya dengan budaya Barat, agama Kristen pun percaya bahwa cincin nikah di jari manis tangan kiri membawa kebaikan di dalam suatu hubungan pernikahan yang baru. Tangan kiri dipandang oleh agama Kristen secara umum sebagai simbol kesatuan dan sebuah identitas atau status atas terikatnya sepasang suami istri. Meskipun tidak mewakili keseluruhan aliran gereja Kristen yang cukup beragam, pilihan jari manis kiri masih menjadi preferensi yang utama. Di samping Kristen, menyematkan cincin nikah di jari keempat tangan kiri atau jari manis pun dilakukan oleh Gereja Katolik.
Sejarah Cincin Nikah di Jari Manis
Awal mula terpilihnya jari manis sebagai jari yang tepat untuk meletakkan cincin pernikahan dimulai semenjak abad ke-18, yaitu masa dimana bangsa Romawi Kuno mendapatkan suatu penemuan baru. Pada kepercayaan yang dianut oleh Romawi Kuno, jari yang memiliki aliran secara langsung menuju ke jantung adalah jari manis. Masyarakat Romawi menyebut aliran atau pembuluh darah tersebut dengan vena amoris atau urat cinta.
Saat cincin disematkan pada jari manis yang terhubung langsung ke jantung, bangsa Romawi menyimpulkan bahwa mempelai pria dan wanita telah terikat dalam suatu bentuk cinta dan komitmen yang kuat. Hal ini muncul dikarenakan jantung telah menjadi simbol utama atas rasa cinta atau sayang yang dimiliki oleh kedua mempelai dan tidak akan lekang oleh waktu. Selama keduanya masih hidup dengan jantung yang berdetak dan saling mencintai, maka hubungan pernikahan akan tetap berlangsung dengan indah dan langgeng.
Seiring berjalannya waktu, kepercayaan yang diyakini oleh bangsa Romawi Kuno telah dipatahkan oleh fakta ilmiah bahwa setiap jari yang dimiliki oleh manusia terhubung ke jantung dan tidak hanya jari manis saja. Namun dikarenakan tradisi dan keyakinan tersebut sudah berlangsung ratusan tahun lamanya dan telah diterapkan sebagai jari terpilih dalam pernikahan resmi, maka calon sepasang suami istri tetap memilih jari manis sebagai tempat untuk menyematkan cincin kawin.
Apakah Cincin Nikah di Pakai Setiap Hari?
Jika Anda melihat ke belakang dan melakukan kilas balik akan janji pernikahan dan sumpah setia yang telah Anda ucapkan, maka cincin yang tersemat adalah tanda sekaligus pengingat bahwa Anda dan pasangan telah berjanji dan bersumpah bersama. Cincin kawin yang digunakan sehari-hari bukanlah sebagai perhiasan saja, tetapi juga sebagai tanda bahwa Anda menghormati suami atau istri yang berada dalam rumah tangga.
Memakai cincin setiap hari akan membuat pasangan Anda merasa aman, terikat, dan lega karena artinya Anda masih ingin selalu terikat dan memiliki rasa loyal dan komitmen untuk hidup bersama. Andaikan terdapat suatu faktor yang membuat Anda harus melepas cincin nikah untuk kebaikan, sudah seharusnya Anda berdiskusi dan mengkomunikasikan kebutuhan Anda dengan pasangan. Melepas cincin nikah secara diam-diam tanpa adanya kesepakatan akan mengundang pertanyaan dari pasangan Anda sendiri, bahkan orang-orang yang berada di sekitar Anda dalam konteks yang buruk.
Baca juga: Rahasia Keindahan Alam Ada di Wisata Jantho yang Menakjubkan
Pemahaman dan kesepakatan yang muncul dari pihak suami ataupun istri adalah inti dari hubungan yang sehat. Apabila keduanya dapat bersepakat dan tidak keberatan atas cincin nikah yang dapat dipakai dan dilepas setiap harinya, maka Anda dapat melakukannya.
Bagi Anda yang terhitung cukup aktif dalam berkegiatan dari pagi hingga malam, kerusakan pada cincin dapat terjadi seperti terbentur, tergores, atau bahkan jatuh dan hilang. Untuk mencegah terjadinya kerusakan, Anda direkomendasikan untuk melepaskan cincin nikah demi keamanan bersama dan memakainya kembali saat kondisi sudah lebih aman.






