Sekedartips.com – Masuk dunia kerja setelah lulus kuliah itu rasanya campur aduk. Senang, deg-degan, tapi juga bingung mau mulai dari mana. Banyak fresh graduate sering salah fokus saat cari kerja. Niatnya pengen cepat dapat kerjaan impian, eh malah mentok di situ-situ aja. Supaya kamu nggak ngalamin hal yang sama, sekarang waktunya ngatur ulang cara mainnya. Platform seperti SuratPlus CareerSpace juga bisa jadi teman buat bantu kamu ngerapihin strategi, mulai dari dokumen lamaran sampai persiapan masuk dunia kerja.
Kalau kamu lagi di fase ini, tenang. Kamu nggak sendirian. Yang penting, sadar dulu di mana letak salah fokusnya.
Baca juga: Strategi Sukses dalam Bisnis Pariwisata, Kamu Perlu tahu!
1. Terlalu Kejar Gaji di Awal

Gaji itu penting. Nggak ada yang munafik soal itu. Tapi kalau kamu baru lulus dan langsung menjadikan nominal sebagai satu-satunya patokan, biasanya kamu bakal kehilangan banyak kesempatan belajar.
Banyak lulusan baru nolak tawaran kerja cuma karena gajinya “kurang dikit”. Padahal, bisa jadi di tempat itu kamu dapat pengalaman yang nggak ternilai. Di startup atau perusahaan kecil misalnya, kamu bisa pegang banyak peran sekaligus. Skill kamu naik cepat. Portofolio kamu jadi kuat.
Coba geser fokusnya. Tanyakan ke diri sendiri: “Dalam 2–3 tahun ke depan, kerjaan ini bikin gue berkembang nggak?” Kalau jawabannya iya, itu investasi jangka panjang.
2. Asal Kirim Lamaran ke Mana-Mana
Pernah kirim 30 lamaran sehari tapi nggak ada panggilan? Nah, ini klasik banget.
Strategi “tebar jaring” tanpa arah sering bikin hasilnya zonk. CV yang sama dikirim ke posisi marketing, admin, sampai data analyst. Surat lamarannya juga copy-paste semua. HRD bisa langsung tahu mana yang serius, mana yang asal kirim.
Perusahaan cari kandidat yang paham posisi yang dilamar. Jadi lebih baik kirim 5 lamaran, tapi kamu riset dulu perusahaannya. Baca job desc-nya. Sesuaikan isi CV dan surat lamaran kamu dengan kebutuhan mereka.
Percaya deh, kualitas selalu ngalahin kuantitas.
3. CV Nggak Standar (Ini yang Paling Sering!)
Ini dia yang paling sering bikin fresh graduate sering salah fokus.
Banyak yang sibuk bikin CV warna-warni, penuh grafik, ikon lucu, dan desain ribet. Dipikir makin estetik makin menarik. Padahal kenyataannya, banyak perusahaan sekarang pakai sistem ATS (Applicant Tracking System). Sistem ini baca CV secara otomatis sebelum masuk ke HR.
Kalau dokumenmu tidak menggunakan format cv ats friendly, besar kemungkinan lamaranmu gugur bahkan sebelum dibaca manusia. Sayang banget kan, padahal isinya mungkin bagus.
Beberapa kesalahan yang sering kejadian:
- Foto terlalu santai atau nggak profesional
- Nggak pakai kata kunci sesuai deskripsi kerja
- Format file berantakan
- Isi CV terlalu umum, nggak ada data konkret
Contohnya, jangan cuma tulis “Bertanggung jawab atas media sosial”. Tambahkan hasilnya. Misalnya, “Meningkatkan engagement Instagram sebesar 40% dalam 3 bulan.” Nah, itu baru kelihatan dampaknya.
Intinya, fokus ke isi dan keterbacaan. Tampilan boleh rapi, tapi jangan sampai mengorbankan struktur yang dibaca sistem.
4. Merasa IPK Tinggi Sudah Cukup
IPK bagus itu nilai plus. Tapi dunia kerja nggak cuma lihat angka.
Perusahaan sekarang cari orang yang bisa kerja bareng tim, cepat adaptasi, dan punya komunikasi yang oke. Soft skill sering jadi pembeda utama.
Coba ceritakan pengalaman organisasi, magang, atau project kampus yang relevan. Jelaskan masalah yang kamu hadapi dan gimana cara kamu menyelesaikannya. Itu jauh lebih “hidup” dibanding cuma menampilkan daftar nilai.
Jangan cuma jadi pintar di atas kertas. Tunjukkan kamu siap turun dan belajar.
5. Lupa Bangun Networking
Banyak yang mikir cari kerja cukup buka portal lowongan, upload CV, selesai. Padahal ada yang namanya “hidden job market”. Lowongan yang beredar lewat rekomendasi atau koneksi pribadi.
LinkedIn itu bukan cuma pajangan. Bangun profil yang rapi. Connect sama senior, alumni, atau profesional di bidang yang kamu incar. Ikut webinar atau seminar juga bisa nambah relasi.
Kadang info kerja datang dari obrolan santai, bukan dari website resmi.
Jadi, Harus Gimana Cara Mengatasi Salah Fokus Ini?
Kalau kamu merasa selama ini masih salah fokus, santai. Nggak ada kata terlambat buat evaluasi.
Mulai dari:
- Perbaiki CV supaya lebih relevan dan ATS friendly
- Sesuaikan lamaran dengan posisi yang benar-benar kamu incar
- Tingkatkan soft skill dan pengalaman praktis
- Bangun relasi secara konsisten
Dengan arah yang lebih jelas, kamu nggak cuma sekadar “cari kerja”, tapi benar-benar membangun fondasi karier.
Wajar kalau fresh graduate sering salah fokus. Dunia kerja memang beda jauh dari dunia kuliah. Tapi begitu kamu sadar letak kesalahannya, kamu sudah selangkah lebih maju dari banyak orang.
Sekarang tinggal pilih: mau terus pakai cara lama yang hasilnya nggak jelas, atau mulai rapihin strategi dari sekarang?
Kesempatan itu datangnya cepat. Pastikan kamu sudah siap saat pintu itu kebuka.





